img_head
BERITA

SESUNGGUHNYA SEGALA PERBUATAN ITU TERGANTUNG PADA NIATNYA

Sep05

Konten : berita umum
Telah dibaca : 3.769 Kali


Tangerang, Media PN Tangerang
Rabu, 04 September 2024

Pada hari ini, Rabu 04 September 2024, bertempat di Mushola Ar-Rahman PN Tangerang, Pukul 08.30, mengadakan Pengajian Rutin bagi segenap muslimin dan muslimah di lingkungan PN Tangerang. Pembacaan Surat Yaasin dipimpin oleh Bapak Zulfikar dan tausiyah disampaikan oleh Bapak Masduki.

Tausiyah yang disampaikan beliau mengenai:
Hadits arbain nawawy, Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam Syafi'i berkata: Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu bagian dari ketiga unsur tersebut. Diriwayatkan dari Imam Syafi'i bahwa dia berkata," Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata," Hadits ini merupakan sepertiga Islam.

Kandungan Hadist:
1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan menghasilkankan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta'ala).
2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta'ala dituntut pada semua amal shaleh dan ibadah.
4. Seorang mu'min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
5. Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhaan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
7. Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Salah satu sikap yang disukai Rasululllah SAW. Menghafal hadits memiliki banyak keutamaan baik di dunia maupun di akhirat. (lsl).